Dalam kitab shahih muslim disebutkan seorang buta bernama Abdullah
bin Ummi Maktum mempunyai seorang penuntut untuk menuju masjid setiap
kali suara adzan digemakan oleh sahatat Bilal bin Rabbah. Suatu hari
atas takdir Allah, seorang yang biasa membantu dan menuntut Abdullah bin
Ummi Maktum meninggal dunia. Lalu dia pun menghadap menemui Nabi saw
berkata,”Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang menuntutku ke
masjid. Lalu ia meminta keringanan untuk diperbolehkan mengerjakan
shalat dirumah. Rasulullah pun mengijinkan. Ketika orang itu pamitan,
beliau memanggilnya, ”Apakah kamu mendengar seruan untuk shalat (adzan)?
Laki-laki itu menjawab, Ya.” Jika demikian jawablah seruan itu!" Sabda
Rasulullah.
Hadits riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam: Kapankah kiamat itu tiba? Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: "Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya?" Lelaki itu menjawab: Cinta Allah dan Rasul-Nya. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: "Kamu akan bersama orang yang kamu cintai."(Hadits Shahih Muslim : 2639-161)
Sabtu, 08 November 2014
Mengejar Bayangan
"Dunia ini ibarat bayang-bayang. Jika dikejar engkau tidak akan dapat menangkapnya. Palingkanlah tubuhmu darinya, dan dia tak punya pilihan lain selain mengikutimu" - ibnu qoyyim al-jauziyyah
***
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Jumat, 07 November 2014
Tersenyumlah :)
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“[1].
***
Mengawali Makan-Minum dengan Basmalah
Dari Umayyah bin Mihshon -seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ia berkata,
كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ
يُسَمِّ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلاَّ لُقْمَةٌ فَلَمَّا
رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ فَضَحِكَ
النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ « مَا زَالَ الشَّيْطَانُ
يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اسْتَقَاءَ
مَا فِى بَطْنِهِ »
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah duduk dan saat itu ada seseorang yang makan tanpa membaca bismillah hingga makanannya tersisa satu suapan. Ketika ia mengangkat suapan tersebtu ke mulutnya, ia mengucapkan, “Bismillah awwalahu wa akhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa dan beliau bersabda, “Setan terus makan bersamanya hingga. Ketika ia menyebut nama Allah (bismillah) di akhir suapan, setan memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Daud)[1]
***
Bercanda itu boleh kok, asal..
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku menjamin dengan
sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat
meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seorang yang memperbaiki akhlaknya.” (H.R imam ahmad, abu dawud, dan tirmidzi)
***
Kamis, 06 November 2014
Yuk Kita Saling Memaafkan!
Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, ia berkata : Aku pernah bertemu Rasulullah SAW, lalu beliau berpesan keapdaku, “Wahai ‘Ubah bin ‘Aamir, sambunglah orang yang memutuskan hubungan denganmu, berilah orang yang tidak mau memberi kepadamu, dan maafkanlah orang yang berbuat dzalim kepadamu”. [HR. Muttafaq ‘alaih.]
***
“Akan datang kepada kalian seorang laki-laki ahli syurga” kata
Rasululloh. Sontak mendengar hal itu para sahabat menjadi riuh, siapakah
ahli syurga yang dimaksud Rasululloh? Apakah dia orang yang paling berani dalam berjihad? Yang paling banyak shoumnya? Sedekah dan qiyamul lailnya paling rajin?
Rabu, 05 November 2014
Jangan Cepat Marah ya.. :)
Dari Abu Hurairah - radhiyallahu 'anhu - bahwa seorang lelaki berkata kepada Nabi Muhammad - shallallahu 'alaihi wa sallam - : “Berikanlah wasiat (pesan) kepadaku.” Rasulullah saw bersabda: "Jangan marah." Lelaki tersebut mengulangi pertanyaannya dan Rasulullah bersabda : "Jangan marah." (HR Bukhari)
***
Kematian, sudahkah kita merenungkannya?
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata, “Aku pernah menghadap Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai orang ke sepuluh yang datang, lalu salah seorang dari kaum Anshor berdiri seraya berkata, “Wahai Nabi Alloh, siapakah manusia yang paling cerdik dan paling tegas?” Beliau menjawab, “(adalah) Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah manusia-manusia cerdas; mereka pergi (mati) dengan harga diri dunia dan kemuliaan akhirat.” (HR: Ath-Thabrani, dishahihkan al-Mundziri) (via@perkumpulanhadits)
***
Kematian, sudahkah kita merenungkannya?
Selasa, 04 November 2014
Hanya Memberi Sisa
Umat Islam adalah umat pertengahan. Tidak berat sebelah antara dunia dan akhirat. Diuraikan dalam hadist riwayat Ibnu
Asakir tentang keseimbangan hidup didunia dan akhirat (jendelaal-islam):
لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتّى يُصِيْبُ مِنْهُمَاجَمِيْعًا فَاِنَّ الدَّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى اْلاخِرَةِ وَلَاتَكُوْنُوْا كَلًّ عَلَى النَّاسِ"Dari Anas ra, bahwasannya Rasulullah Saw. telah bersabda, "Bukanlah yang terbaik diantara kamu orang yang meninggalkan urusan dunianya karena (mengejar) urusan akhiratnya, dan bukan pula (orang yang terbaik) oarang yang menhinggalkan akhiratnya karena mengejar urusan dunianya, sehingga ia memperoleh kedua-duanya, karena dunia itu adalah (perantara) yang menyampaikan ke akhirat, dan janganlah kamu menjadi beban orang lain."
Pada zaman Rasulullah seseorang yang hanya mengejar akhirat dan melupakan urusan duniawi saja ditegur, apalagi jika kebanyakan dari kita malah hanya mengejar dunia dan melupakan akhirat. Mari luangkan waktu kita barang sejenak untuk menyimak sebuah renungan oleh KH.Abdullah Gymnastyar:
Senin, 03 November 2014
Pilih-Pilih dalam Berteman? why not!
Imam Syafi'i berkata:
"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman-baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"
"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman-baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"
Sahabat fillah, luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yang mulia berikut ini...
Langganan:
Komentar (Atom)







