لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتّى يُصِيْبُ مِنْهُمَاجَمِيْعًا فَاِنَّ الدَّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى اْلاخِرَةِ وَلَاتَكُوْنُوْا كَلًّ عَلَى النَّاسِ"Dari Anas ra, bahwasannya Rasulullah Saw. telah bersabda, "Bukanlah yang terbaik diantara kamu orang yang meninggalkan urusan dunianya karena (mengejar) urusan akhiratnya, dan bukan pula (orang yang terbaik) oarang yang menhinggalkan akhiratnya karena mengejar urusan dunianya, sehingga ia memperoleh kedua-duanya, karena dunia itu adalah (perantara) yang menyampaikan ke akhirat, dan janganlah kamu menjadi beban orang lain."
Pada zaman Rasulullah seseorang yang hanya mengejar akhirat dan melupakan urusan duniawi saja ditegur, apalagi jika kebanyakan dari kita malah hanya mengejar dunia dan melupakan akhirat. Mari luangkan waktu kita barang sejenak untuk menyimak sebuah renungan oleh KH.Abdullah Gymnastyar:
Mengapa kita sering habis-habusan mengerahkan tenaga, pikiran, waktu, biaya, dan hati untuk mencari cinta manusia. Makhluk tak berdaya, yang tak bisa menguasai hatinya sendiri dan pasti kan binasa. Atau mengejar duniawi yang pasti kita tinggalkan.
Tapi mengapa kita tidak habis-habisan mengejar cinta Allah? Penguasa semesta alam yang sudah nyata-nyata menciptakan, menghidupkan, menjamin, dan mengurus diri kita walau Dia menyaksikan kita lupa bahkan menghianatiNya.
Mengapa kepada Dia hanya memberi sisa?
Sholat hanya sisa kesibukan
Dzikir hanya sisa ngobrol
Menyebut namaNya hanya sisa menyebut harta/manusia
Baca Al-Quran hanya sisa internetan/baca sms
Sedekah hanya sisa-sisa belanja
Memikirkan akhirat hanya sisa-sisa memikirkan duniawi
Akankah hanya sisa-sisa untuk Rabb yang mangasihi kita..
mana bukti cinta kita?
hanya sisa-sisa itukah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar